Menu Close Menu

Residivis Narkotika Frengky Siahaan Divonis 4 Tahun 10 Bulan Penjara Dan Denda Rp 800 Juta Karena Sabu

Rabu, 31 Oktober 2018 | 19:25 WIB
P.Siantar | Metropublik.com - Frengky Siahaan alias Darto residivis kasus narkotika akhirnya divonis. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum empat tahun sepuluh bulan penjara dan denda Rp 800 juta karena disebut sebagai pengedar.

Darto duduk di meja pesakitan Pengadilan Negeri Siantar. Hakim Ketua, Fyhtta Sipayung pun mengadili Darto. Menyatakan terdakwa Darto terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana, memiliki narkotika bukan tanaman.

"Terdakwa secara sah bersalah melakukan tindak pidana, memiliki narkoba golongan I jenis sabu dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," ucap Fyhtta

Lanjut Fytta, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 10 bulan dan denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan. Dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam masa tahanan.

"Terdakwa dijatuhkan hukuman 4 tahun 10 bulan dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan dan denda 800 juta, menetapkan terdakwa berada di dalam tahanan," lanjut Fytta.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ana Lusiana yang menuntut selama 7 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Fytaa juga memerintahkan agar barang bukti 2 paket berisikan kristal warna putih 0,26 gram, 2 unit hp merk samsung, 1 buah tas sandang warna hitam dan 1 buah baterai merk panasonik disita untuk negara, membebankan biaya perkara Rp 2 ribu.

"Seluruh barang bukti disita negara, terdakwa membayar Rp 2 ribu untuk biaya perkara," tegas Fytta.

Usai itu dengan didampingi kuasa hukum Frengky Siahaan, Erwin Purba, Darto meminta kepada majelis hakim waktu selama satu minggu untuk pikir pikir.

" Yang mulia majelis hakim, saya minta waktu 1 minggu untuk pikir-pikir,"ucap Darto.

Majelis hakim yang diketuai Fhytta Sipayung dengan dibantu dua anggotanya M Nuzuli dan M Iqbal langsung menutup persidangan.

Darto pun langsung dijemput petugas kejakasaan untuk dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Siantar. (Rizal Siregar).

Loading...

Komentar