Menu Close Menu

Rusak Parah..!! Warga Desa Ujung Teran Tanam Pisang Dibadan Jalan

Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:14 WIB
Ket foto : warga manam pisang Sebagai bentuk kritik terhadap Pemkab Karo.
TANAH KARO - Jalan rusak parah, membuat sejumlah warga di Desa Ujung Teran,  Kecamatan Merdeka menggelar aksi tanam pohon pisang dibadan jalan yang berlumpur dan berlubang, Kamis (18/10/2018) Kabupaten Karo.

Aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Karo yang dituding doyan janji janji serta  dinilai tidak tanggap dengan keluhan masyarakat terkait rusaknya jalan antar Desa Cinta Rakyat (Juma Raja)  dan Desa Ujung Teran.

Akibat jalan tersebut, membuat roda perekonomian masyarakat di daerah itu terhambat. Bagaimana tidak, jalan yang lamanya 4 tahun sudah tidak tersentuh perbaikan, membuat ongkos transportasi melambung tinggi dikarenakan kondisi jalannya yang sangat memprihatikan.

"Ongkos angkot anak sekolah dan ongkos angkutan hasil pertanian mahal, kita berharap jalan ini setidaknya dapat diperbaiki oleh Pemkab Karo melalui dinas terkait. Apa salahnya kalau dana perawatan yang di anggarkan selama ini dibuat menutupi lubang  jalan yang sulit dilewati kendaraan roda empat," Kata Asilta Surbakti kepada wartawan.

Melewati jalan ini, ditambahkan Baik Surbakti, hanya membutuhkan waktu  15 menit untuk sampai diberastagi. Namun akibat jalan telah rusak berat harus memakan waktu 1 jam. Sementara diketahui ketika peresmian jambur di desa Ujung Teran, didepan ribuan Masyarakat Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyampaikan bahwasanya jalan tersebut akan segera diperbaiki

"Kemaren memang sudah dijanjikan bapak bupati, bahkan kemaren juga disitu ibu Siti Aminah (Anggota DPRD Provinsi). Karena memang jalan ini sudah sangat mendesak, bayangkan siswa harus menantang maut untuk tiba di sekolah. Kita lihat ini seperti kondisi jabatan, nyaris putus dan kemungkinan tinggal menunggu korban, "Ujar B. Surbakti kesal.

Daniel Sembiring, ketua BPD Desa Ujung Teran, ditempat bersamaan berharap kepada pemerintah agar tidak hanya melontarkan janji-janji palsu kepada masyarakat. Dan kita berharap sepenuhnya supaya kiranya jalan ini dapat diperbaiki secepatnya oleh Pemkab Karo.

"Masyarakat masih menunggu janji pak Bupati Karo, sewaktu peresmian jambur dan bahasa itu semua orang menyaksikannya bukan saya buat buat bang. Masyarakat sebagian petani sayur mayur, bahkan banyak anak anak sekolah ke Berastagi, sementara jalan rusak seperti itu. Kita mintak kepada Pemkab Karo supaya kiranya dapat meresponnya," Pungkas Daniel.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Teran, Solen Sinulingga ketika di konfirmasi terkait aksi warganya, pihak mengaku telah diusulkan kepada pemerintah, namun hingga saat ini belum ada tanda tanda perbaikan

"Masyarakat  berharap supaya jalan bisa cepat diperbaiki. Karena memang petani kita khususnya supir angkot sangat mengeluh ketika mengakut anak sekolah. Jadi saya himbau kepada masyarakat supaya bersabar,"jelas Kades

Warga meminta, supaya jalan ini cepat diperbaiki Lanjut Kepala Desa, sebab keberadaan jalan tersebut sangat penting untuk warga terutama beraktivitas sehari - hari.


Menurut amatan Metropublik. Com, jalan tersebut sepanjang kurang lebih 2 KM  dihiasi lubang digenangi air. Ironisnya jembatan tepatnya di titi buah desa Ujung Teran, diatas jembatan itu digenangi air dan berlubang, masyarakat kwatir jika hal itu tidak ditanggapi secara serius oleh Pemkab Karo akan roboh. Pada hal tinggi jembatan Itu diketahui mencapai 5 meter tingginya dan belum pernah ada perbaikan.

Ditambahkan M. Surbakti (40) warga Desa Juma Raja, menurutnya, jalan tersebut ketika hujan seperti selokan karena terjadi genangan air dan berlumpur. Dampaknya dikewatirkan akan semakin parah serta tidak bisa dilalui. Dan hal ini sangat berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat.

Disamping itu, Kepala PU-PR Karo Ir. Paten Purba saat di Konfirmasi terkait jalan tersebut melalui selulernya, tidak mendapat jawaban walapun hp miliknya bernada dering hingga berita ini diterbitkan. (Dasa)

Loading...

Komentar