Menu Close Menu

Tokoh Agama Dan Ormas Keagamaan Harus Bisa Menjadi Duta Penyejuk

Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:24 WIB
Ket foto :Usai Coffee morning, Tokoh Agama dan jajaran Kodim foto bersama.
Tanah Karo | Metropublik.com - Menyikapi Kejadian didaerah provinsi jawab Barat di Garut, terkait pembakaran bendera bertuliskan Lafas Tauhid yang dilakukan oleh oknum dari salah satu Ormas, Kodim 0205 Tanah Karo menggelar Komunikasi Sosial sembari Coffee morning bersama Tokoh Agama dan Ormas keagamaan agar tidak terjadi hal yang serupa dan tidak ikut terpengaruh, Rabu (24/10 /2018) di Markas Kodim 0205 Tanah Karo.

"Tokoh Agama, baik Nasrani, Islam, Katolik, Budha dan Hindu  harus bisa menjadi duta untuk lebih memberikan pemahaman yang benar serta menjadi penyejuk dalam menyikapi situasi mengenai agama. Dan apa yang terjadi di Garut supaya tidak ikut terpengaruh agar tidak  merembes  di Tanah Karo,"Ujar Komandan Distrik Militer 0205 Tanah Karo.

Kegiatan ini, lanjut Dandim 0205 /TK, untuk meyakinkan bahwasanya di Tanah Karo  tidak terpengaruh dengan hal-hal sektoral, mari kita berpikirnya secara menyeluruh untuk kepentingan Kabupaten Karo dibawah negara kesatuan Republik Indonesia.

"kita bersama tokoh agama sepakat untuk menjaga keamanan. Maka dari itu, supaya kejadian Digarut tidak menyebar kemana mana, sehingga toko tokoh agama dikabupaten Karo kita undang berdiskusi dan telah sepakat bahwa masyarakat dikabupaten Karo tidak akan terpengaruh," Imbuhnya kembali.

Disamping itu, Dandim juga menghimbau kepada seluruh masyarakat  Karo, supaya tidak mudah percaya setiap informasi yang ada di media sosial, terlebih dlu pelajari, pahami, jika tidak tau silahkan belajar kepada orang yang sudah mengetahui terlebih dahulu.

Terlebih lebih generasi muda, lanjut Taufik, harus bisa menjadi peredam ditengah tengah situasi yang dapat menimbulkan konflik.

Ditambahkan J. Purba, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karo, mengajak semua elemen masyarakat dan umat beragama  saling menghargai serta menjaga Kerukunan hidup beragama.

Pada kesempatan yang sama, Adi Sungkuno dari Kementerian Agama (Kemenag)  Karo, menurutnya Tanah Karo merupakan umat istimewa, dikarenakan adanya adat sebagai perekat sehingga tak mudah dipecah belah "Mari kita bangun kebersamaan dikabupaten Karo, agar tercipta kedamaian, sejuk, aman dan tertib serta saling menghargai antar sesama umat beragama," Ujarnya ditengah tengah diskusi komunikasi sosial tersebut.

Turut dihadiri dalam kegiatan Coffee morning  dan  diskusi komunikasi sosial ini, PHBI, Ansor Karo, Ketua NU, MUI dan Jajaran Kodim 0205 Tanah Karo. (Dasa)

Loading...

Komentar