Menu Close Menu

Di Siantar, Orok Yang Ditemukan di Bak Sampah Diduga Hasil Aborsih

Senin, 19 November 2018 | 23:57 WIB
P.Siantar - Sesosok orok bayi diduga hasil aborsi ditemukan di dalam bungkusan plastik hitam di bak sampah. Orok yang sudah berbau amis tersebut ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mencari barang bekas (botot).

Orok bayi naas berkelamin perempuan tersebut awalnya ditemukan oleh seorang pemulung didalam bungkusan plastik hitam di bak sampah di depan kamar kos di jalan Volly, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Senin (19/11/2018) Sekitar pukul 09.20 WIB.

Pemulung tersebut awalnya mencari botot di dalam bak sampah. Kemudian ia melihat ada bungkusan plastik warna hitam dan setelah dibuka plastik itu berisi bayi.

"Orok berkelamin perempuan masih berbau amis itu. Diduga  berada di bak sampah kurang lebih selama 3 jam. Orok itu belum ada berumur 24 jam," kata Kapolsek, Iptu. A.Simbolon saat dihubungi metropublik.com, Senin (19/11/2018).

Kapolsek Siantar Barat itu mengatakan, Penemuan orok yang diduga merupakan hasil aborsi itu langsung dilaporkan oleh warga yang berada tak jauh dari lokasi ke Polsek Siantar Barat.

"Orok sudah kami evakuasi ke kamar mayat RSUD Djasamen Saragih," ungkap Simbolon.

Sementara, dari kamar mayat, RSUD Djasamen saragih. Hasil autopsi mayat Orok bayi yang belum ada 24 jam dilahirkan itu, di temukan ada bekas luka lebam di bagian leher, mulut, kepala dan dada.

"korban sempat bernafas kemungkinan 1 jam, Selain itu korban dilahirkan tidak ada bantuan medis, tidak ada tanda tindakan medis yang terlihat dari tali pusar dipotong tersebut," kata dr, Reinhard Hutahean, ke metropublik.com.

Reinhad lanjut mengatakan, mayat Bayi dengan berat 3,25 Kg dan dari hasil pemeriksaan, waktu kematian bayi, antara malam atau subuh.

"Mayat Bayi itu sudah cukup umur di dalam kandungan 9 bulan. Bayi dilahirkan dengan keadaan sehat. itu hasil pemeriksaan kita, selebihnya hasil pemeriksaan ini akan kita sampaikan kepeda pihak kepolisian," tandas Reinhat. (Rizal Siregar).

Loading...

Komentar