Menu Close Menu

Pedagang Buah Keliling di Siantar, Tewas Ditikam Teman Sendiri

Kamis, 15 November 2018 | 08:03 WIB
P.Siantar - Seorang warga jalan Pematang Pulau Merana Satu No.73, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, ditemukan tewas mengenaskan. Korban bernama Dedi Wahyono (36) Pedagang, saat ditemukan dalam keadaan kritis di Jalan Vihara Belakang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar.

Pedagang buah keliling ini, ditemukan mengalami luka tikam di bagian dada sebelah kiri, tembus ke badan belakang akibat tusukan pisau, Rabu (14/11/2018) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh tiga orang warga jalan Vihara Belakang, Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan, bernama Morina Safitri (42), Henry Rikardo Hutapea (41) dan Nisa Apriani (18), yang mendapati Dedi wahyono dalam kondisi yang terluka tikam. Ketiga warga kemudian melapor kejadian tersebut ke Polresta Siantar. Tak lama kemudian, petugas meluncur ke lokasi penusukan yang berada di Jalan Vihara Belakang, untuk melakukan pemeriksaan.

Karena kondisi Dedi wahyono semakin kritis, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Umum Djasamen Saragih. Namun dalam perawatan medis, petugas RSU Djasamen dan meriksa luka yang diderita korban cukup parah, korban meninggal dalam perjalanan.

Tewasnya korban Dedi wahyono ini selanjutnya ditangani petugas Satuan Reskrim Polresta Siantar, yang kemudian membawa jenasahnya ke kamar mayat RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar, untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

Sementara itu, insiden penikaman terhadap pedagang buah keliling ini terus diselidiki petugas Satuan Reskrim Polresta Siantar dengan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) di jalan Vihara Belakang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar. Dalam olah kejadian ini, petugas memeriksa jengkal demi jengkal lokasi pembunuhan ini.

Hasilnya, petugas belum menemukan pelaku yang melarikan diri setelah melakukan penikaman. Sedangkan barang bukti, pisau yang digunakan untuk menikam korban dibawa lari pelaku.

Meski begitu, petugas berhasil mendapatkan identitas pelaku penikaman. Pelaku bernama Abdul Gafur (44), warga jalan Vihara Belakang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan yang saat ini menjadi buron petugas. Identitas Abdul Gofur sendiri didapat petugas dari warga setempat.

"Menurut saksi warga, Sebelum korban meninggal, Dedi melintas dari depan rumah pelaku. Karena pelaku melihat sangat tajam, korban bertanya "kok kau tengok - tengok aku," kata Dedi. Pelaku menjawab "kenapa rupanya, apa ga boleh kau di tengok," jawab Gofur. Dedi dan Gofur kemudian cekcok mulut, istri Gofur, sempat melerai, korban pun meninggalkan pelaku sambil mengatakan "kutunggu kau disimpang ya, disana kita main," kata dedi. Korban masuk ke dalam rumah mengambil pisau langsung mengejar dan menikam dada kiri korban. Pelaku yang telah menikam korban melarikan diri, " kata Kapolresta Siantar AKBP Doddy Hermawan melalui humas polresta siantar, Iptu Resbon Gultom ke metropublik.com, Rabu (14/11/2018).

Dengan pengakuan dari warga itu, akhirnya petugas bertindak cepat melakukan pengejaran terhadap pelakunya. "Sampai saat ini, anggota masih melakukan pengejaran terhadap Abdul Gofur. Namun, Abdul Gofur yang disebut sebagai teman korban sendiri, telah menghilang. Kami telah melakukan upaya penangkapan di rumahnya, namun ia tidak ada di tempat. Kami menduga ia masih bersembunyi dan semoga saja dalam waktu dekat berhasil kami tangkap," pungkas Resbon. (Rizal Siregar).

Loading...

Komentar