Menu Close Menu

Seorang Pemuda 18 Tahun Hamili Siswi SMA Dengan Umur Kandungan 8 Bulan

Jumat, 02 November 2018 | 23:47 WIB
Tersangka saat diambil keterangannya.
BANYUWANGI – Risqi Agung Kurniawan (18), pemuda asal Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpaksa harus digelandang petugas Reskrim setempat kedalam sel tahanan. Pasalnya, pemuda putus sekolah itu terbukti telah menghamili seorang siswi sebuah SMA yang masih berusia 16 tahun.

Kepada Metropublik.com, Kanitreskrim Ipda Sadimun mengatakan, Risqi ditangkap petugas di rumah pelaku pada Rabu 31 Oktober 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. Pelaku pun tidak diperkenankan pulang kerumahya seusai menjalani pemeriksaan dan naik kelas dengan status tersangka.

“Dua Pasal kita jeratkan kepada tersangka Risqi, yaitu UU RI No.35 Tahun 2014, yakni Pasal 74 junto Pasal 81 ayat 1 dan 2 tentang perlindungan anak,” kata Kanit Ipda Sadimun, Jumat (2/11/2018).

Akibat perbuatan Risqi, korban terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena kandungannya yang terus membesar. Terlebih statusnya, selaku korban pelapor atas dugaan tindakan persetubuhan dibawah umur diiringi kandungannya yang kini berusia 8 bulan.

Diungkapkan Kanitreskrim Ipda Sadimun, bahwa pelaku Risqi dengan korban sempat menjalin kasih selama 10 bulan. “Korban yang masih dibawah umur bersama orang tuanya melapor ke Polsek karena dihamili sang kekasih,” imbuh perwira pertama asal Desa Kumendung, Kecamatan Muncar.

Selama ini sambung Ipda Sadimun, korban berusaha untuk menyembunyikan kandungannya. Barulah diusia kehamilan 6 bulan tampak dengan jelas ada perubahan pada fisik korban yang diketahui warga sekitar dan keluarganya. 

“Sebenarnya, pihak korban sempat meminta pertanggungjawaban kepada tersangka dan keluarganya agar dinikahi secara sah. Namun sampai akhir Oktober 2018 tak kunjung ada kejelasan dari pihak Risqi,” ungkap Ipda Sadimun.

Nah, setelah diproses hukum lanjut Ipda Sadimun, baru pihak tersangka berujar siap menikahi korban. Tentu itu tidak dapat menggugurkan penanganan perkara yang kini tengah berjalan. “Kemarin mengelak, sekarang bilang siap,” kata Sadimun lagi.

Perkenalan tersangka dengan korban sendiri terjadi pada Desember 2017 lalu. Pertemuan singkat berlanjut menjelang Tahun Baru 2018. Tersangka menghubungi korban, lalu dijemput dan diajak jalan-jalan dan berakhir di kamar tersangka. “Di situlah persetubuhan pertama terjadi,” lanjut Kanitreskrim Ipda Sadimun.

Januari 2018 sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka kembali datang ke rumah korban. Di lokasi itulah pergumulan terlarang kembali terulang. Cerita pun berlanjut Juni 2018. Pukul 22.00 WIB, korban Bunga dijemput tersangka dikediamannya untuk diajak menikmati angin malam di luaran. Kali ini hubungan badan tak halal bagi pasangan yang belum sah pun berlangsung di sebuah kebun masuk Desa Benculuk.

“Pada Agustus 2018 di waktu malam pula tersangka membawa korban bermalam di sebuah penginapan diwilayah Glenmore. Usai dicekoki miras, lantas diperdaya lagi. Persetubuhan yang berulang – ulang mengakibatkan korban kini hamil 8 bulan,” pungkas Ipda Sadimun mantan penyidik Polsek Muncar ini. (Rony)
Loading...

Komentar